IDXChannel - Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan 9-13 Maret 2026. Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dengan rentang support di level 7.400 dan resistance di level 7.900.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengungkapkan, kondisi ini menyusul pelemahan signifikan IHSG pada pekan sebelumnya yang merosot 7,89 persen ke level 7.585, diiringi aksi jual bersih (outflow) investor asing yang mencapai Rp2,5 triliun di pasar reguler.
David menekankan, stabilitas sentimen investor domestik kini menjadi perhatian utama, terutama pasca revisi prospek utang Indonesia oleh lembaga internasional. Selain itu, perkembangan konflik di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran turut menjadi variabel krusial yang dipantau pasar.
"Fokus utama pelaku pasar pada pekan ini kemungkinan masih tertuju pada stabilitas sentimen investor terhadap ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar," ujar dia dalam risetnya, Senin (9/3/2026).