Sementara itu, serangkaian data yang dirilis semalam menunjukkan gambaran beragam pasar tenaga kerja AS, yang dinilai berada dalam ‘kondisi tidak banyak merekrut, tidak banyak memecat’.
“Laporan JOLTS November menunjukkan perputaran tenaga kerja masih lemah. Lingkungan dengan tingkat churn rendah ini menopang keseimbangan rapuh antara permintaan dan pasokan tenaga kerja,” tulis ekonom Wells Fargo dalam sebuah catatan.
Ekonom Well Fargo menambahkan, “Dengan perusahaan yang masih berhati-hati dalam menambah jumlah karyawan, kami memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja tetap terbatas.” (Aldo Fernando)