“Berita geopolitik sedang memegang kendali. Larangan ekspor barang dual-use China ke Jepang, serta pembicaraan soal potensi risiko rare earth, membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset Jepang,” imbuh dia.
Pada Rabu, Jepang menyebut larangan China atas ekspor barang dual-use untuk kepentingan militer sebagai langkah yang ‘sama sekali tidak dapat diterima’.
Pernyataan itu muncul di tengah ancaman pembatasan yang lebih luas terhadap rare earth vital, seiring memanasnya sengketa antara dua ekonomi terbesar di Asia tersebut.
Di luar isu geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Jumat, yang dinilai dapat memberi petunjuk lebih lanjut soal arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Analis Goldman Sachs memperkirakan kenaikan nonfarm payrolls (NFP) sebesar 70.000 pada Desember, di atas konsensus pasar, dengan tingkat pengangguran diperkirakan turun tipis ke 4,5 persen.