AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Bursa Asia Kompak Merosot, Ternyata Ini Penyebabnya

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 15 September 2021 10:00 WIB
Pagi ini, sebagian besar bursa Asia dibuka ambruk ke zona merah. N225 Jepang turun (-0,93%) di 30.385, HSI Hong Kong anjlok (-1,21%) di 25.191
Bursa Asia Kompak Merosot, Ternyata Ini Penyebabnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pagi ini, sebagian besar bursa Asia dibuka ambruk ke zona merah. N225 Jepang turun (-0,93%) di 30.385, HSI Hong Kong anjlok (-1,21%) di 25.191, SSEC China merosot (-0,36%) di 3649. 

Selanjutnya STI Singapura jatuh (-0,78%) di 3056, KOSPI Korea merosot (-0,11%) di 3145, ASX Australia melemah (-0,40%) di 7402, dan IHSG Indonesia tergelincir (-0,37%) di 6106. Sedangkan Sensex India tercatat menguat tipis (0,12%) di 58.247, menurut data Market Watch, Rabu pagi (15/9/2021). 

Sentimen utama masih berasal dari ketatnya aturan di China terhadap perusahaan teknologinya yang membuat gelisah investor.

China diketahui masih akan merilis data ekonominya seputar penjualan ritel, tingkat pengangguran, hingga output industri untuk Agustus. 

Melansir Reuters, Rabu (15/9), bursa Asia relatif mengikuti pergerakan market di AS di mana tiga indeks acuan Wall Street ditutup melemah. 

Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok (-0,84%) di 34.577. S&P 500 turun (-0,57%) di 4443, dan Nasdaq Composite ikut tergelincir (-0,45%) di 15.037. 

Selain itu, penurunan inflasi di Amerika membuat pasar ekuitas global dan obligasi AS terkena imbas pelemahan, membuat kekhawatiran baru mengenai kapan bank sentral mengurangi pembelian asetnya.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD