Konflik ini terjadi di tengah upaya Washington membuka jalur aman bagi kapal tanker yang sempat terjebak di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
Perusahaan pelayaran global, Maersk, mengungkapkan bahwa kapal pengangkut kendaraan berbendera AS berhasil keluar dari Teluk dengan pengawalan militer Amerika.
Namun, eskalasi terbaru menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari mereda.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan harapan awal terhadap operasi “Project Freedom” sebagai misi kemanusiaan tidak berjalan sesuai ekspektasi.
“Iran tidak merespons seperti yang diharapkan. Ini menunjukkan kebuntuan masih berlanjut dan situasinya tetap rapuh,” ujarnya.