"Pesan utamanya adalah AI bergerak sangat cepat dari sekadar pembangunan infrastruktur menuju fase disrupsi. Perusahaan hyperscaler semakin memanfaatkan AI untuk menantang pemain lama di bisnis mesin pencari dan e-commerce, sehingga semakin memperkuat tema investasi AI," kata Tan.
Musim laporan keuangan saat ini juga akan menjadi ujian apakah belanja AI dalam jumlah besar benar-benar mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang signifikan, sekaligus membenarkan valuasi tinggi saham-saham teknologi.
Chief Market Strategist ATFX Global di Sydney, Nick Twidale, mengatakan pasar masih cenderung berhati-hati karena optimisme dari musim laporan keuangan harus berhadapan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Kami masih memperkirakan perdagangan berlangsung hati-hati karena kabar positif dari laporan keuangan bersaing dengan eskalasi konflik di Timur Tengah," ujar Twidale. (Aldo Fernando)