IDXChannel – Bursa saham Asia menguat pada Rabu (11/3/2026) setelah kekhawatiran gangguan pasokan minyak mereda menyusul laporan bahwa Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya.
Menurut data pasar, hingga pukul 08.15 WIB, indeks Nikkei melonjak 2,11 persen, sementara indeks yang lebih luas Topix naik 1,57 persen.
Pasar minyak tetap menjadi sorotan setelah pergerakan harga yang sangat bergejolak, dengan investor mencari petunjuk arah bagi pasar saham.
The Wall Street Journal melaporkan, rencana pelepasan cadangan oleh IEA itu akan melampaui 182 juta barel minyak yang sebelumnya telah dilepas negara-negara anggota IEA ke pasar melalui dua tahap pada 2022.
Kontrak berjangka Brent turun 23 sen, atau 0,26 persen, menjadi USD87,57 per barel pada pukul 00.23 GMT. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 37 sen, atau 0,44 persen, ke USD83,08 per barel.
Indeks saham Australia (ASX 200) melanjutkan pemulihannya pada Rabu setelah aksi jual baru-baru ini yang dipicu perang di Timur Tengah.
Investor kembali memburu saham-saham pertambangan seiring penguatan harga bijih besi dan emas yang mengangkat sektor tersebut.
Indeks S&P/ASX 200 naik 0,51 persen, setelah pada Selasa (10/3) ditutup menguat 1,1 persen.
Selain itu, indeks KOSPI Korea Selatan (Korsel) melambung 3,09 persen, Hang Seng Hong Kong mendaki 0,28 persen, dan STI Singapura naik tipis 0,09 persen.
Berbeda, Shanghai Composite turun 0,10 persen.
Wall Street Beragam
Sementara itu, indeks saham AS alias Wall Street kehilangan momentum pada Selasa waktu setempat.
S&P 500 yang sempat menguat pada awal sesi akhirnya berbalik ke zona negatif seiring investor menimbang memudarnya harapan berakhirnya lebih cepat dari perkiraan perang AS-Israel melawan Iran, di tengah ancaman militer baru dan kekhawatiran berlanjutnya stagflasi.
Dow Jones turut bergerak ke wilayah negatif, sedangkan Nasdaq hanya mencatat kenaikan tipis.
Kondisi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menanggapi laporan bahwa Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak yang krusial, dengan ancaman pembalasan serta kembali menyerukan penyerahan total Iran.
"Pasar sempat menunjukkan kekuatan, tetapi seluruh kenaikan itu kembali hilang. Ada banyak kebingungan di kalangan investor,” kata Senior Portfolio Strategist di Ingalls & Snyder Tim Ghriskey di New York, dikutip Reuters.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,07 persen, ke 47.706,51. S&P 500 melemah 0,21 persen, ke 6.781,48, sementara Nasdaq Composite naik tipis 1,16 poin, atau 0,01 persen, menjadi 22.697,10. (Aldo Fernando)