Harga minyak Brent justru kembali menguat 0,6 persen ke USD91,55 per barel setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi yang didukung Iran.
Analis Westpac menilai pasar saham berhasil mengabaikan risiko geopolitik dan lebih memperhatikan prospek sektor teknologi.
"Pasar ekuitas mengabaikan risiko geopolitik dan lebih berfokus pada kinerja sektor teknologi. Setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, saham-saham semikonduktor berhasil bangkit," tulis Westpac dalam risetnya, dikutip Reuters.
Semalam, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,9 persen, mengakhiri tren pelemahan selama tiga hari berturut-turut.
Reli tersebut dipimpin oleh saham-saham semikonduktor setelah data menunjukkan ekspor semikonduktor Korea Selatan hampir tiga kali lipat pada beberapa pekan pertama Juli.