AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Bursa Asia Perlahan Bergerak Menguat, Ini Pemicunya 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 02 Desember 2021 13:25 WIB
Kekhawatiran terhadap varian baru Omicron masih membebani pasar dan membatasi kenaikan sejumlah harga di tingkat regional.
Bursa Asia Perlahan Bergerak Menguat (Ilustrasi)
Bursa Asia Perlahan Bergerak Menguat (Ilustrasi)

IDXChannel - Bursa Asia bergerak menguat pada siang hari ini, Kamis (2/12/2021).

Pantauan MNC Portal Indonesia pukul 13:00 WIB, Shanghai Composite China (SSEC) naik 0,10% di 3.580,47, Hang Seng Hong Kong (HSI) melesat 0,20% di 23.704, dan Straits Times Singapura (STI) menanjak 0,01% di 3.098,1

Indonesia Composite Index atau IHSG juga cerah 0,93% di 6.567,9, tetapi sayangnya, Nikkei 225 Jepang (N225) masih tertekan -0,56% di 27.778,50.

Kekhawatiran terhadap varian baru Omicron masih membebani pasar dan membatasi kenaikan sejumlah harga di tingkat regional.

Selain itu, investor juga masih mencermati dampak pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang mengisyaratkan bakal mempercepat agenda pengurangan stimulus untuk menekan lonjakan inflasi.

Powel dalam keterangannya kepada Kongres pada Selasa (30/11) mengatakan bahwa pejabat Fed akan mendiskusikan soal kemungkinan mengakhiri pembelian obligasi beberapa bulan lebih awal pada pertemuan rutin 14-15 Desember 2021 mendatang.

Powell, yang menduduki kursi Gubernur Fed kedua kalinya ini, memberi sinyal bahwa dirinya kemungkinan bakal mengubah pandangannya atas anggapan lama yang menyebut bahwa inflasi akan bersifat sementara.

"Sebagian besar investor menyadari bahwa The Fed harus sedikit mengubah arah, ada banyak orang yang merasa inflasi adalah masalah yang lebih besar, dan mungkin risiko yang lebih besar bagi pasar adalah The Fed gagal mengambil tindakan apa pun dalam mengatasi hal tersebut," kata Analis Cherry Lane Investments, Rick Meckler, dilansir Reuters, Rabu (1/12/2021).

Sementara analis IG Market Kyle Rodda menyebut bahwa saat ini pasar masih menunggu kabar para pembuat vaksin dalam merespons penyebaran varian baru tersebut.

"Yang dapat dilakukan siapa pun saat ini adalah menunggu, karena ada serangkaian pertanyaan luar biasa tentang varian baru yang sebagian besar tetap tidak terjawab dan akan tetap tidak terjawab selama berhari-hari atau berminggu-minggu," kata Kyle, Kamis (2/12). (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD