Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan pasar cenderung beragam. Indeks Straits Times (STI) Singapura justru turun 0,63 persen.
Secara global, penguatan saham juga tercermin pada kontrak berjangka Wall Street. Nasdaq futures naik 0,5 persen, sedangkan S&P 500 futures menguat 0,16 persen. Sebaliknya, EURO STOXX 50 futures turun 0,14 persen.
Pergerakan imbal hasil Treasury yang lebih rendah turut menekan dolar AS. Indeks dolar AS berada di sekitar 98,86, mendekati level terendah dalam sekitar 2,5 bulan.
"Jika imbal hasil obligasi tenor panjang secara efektif dibatasi, pelemahan dolar AS dapat menjadi konsekuensi untuk mempertahankan daya tarik surat utang pemerintah AS bagi investor asing," kata analis OCBC dalam catatannya.
Meski demikian, investor masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).