Berbeda, di Jepang, indeks saham Nikkei melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat, seiring investor mengambil jeda setelah reli yang didorong harapan stimulus fiskal yang lebih besar.
Indeks Nikkei 225 turun 0,43 persen, indeks Topix yang lebih luas terkoreksi 0,29 persen.
Sepanjang pekan ini, Nikkei telah menguat 3,7 persen dan Topix naik 4 persen.
Mengutip Reuters, kenaikan tersebut menyusul laporan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi kemungkinan membubarkan parlemen bulan ini dan menggelar pemilihan umum pada Februari.
Laporan itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Rabu.
Secara bulanan, Nikkei dan Topix masing-masing telah mencatat kenaikan lebih dari 7 persen.