Indeks KOSPI Korea Selatan terus melaju di kisaran rekor tertingginya, naik 0,94 persen.
Sementara, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen dan STI Singapura turun 1,06 persen.
Dari Negeri Paman Sam, kontrak berjangka (futures) S&P 500 e-mini naik 0,1 persen.
Analis Bernstein dalam laporan risetnya menyebut momentum pasar saham berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap perdagangan bertema AI serta eskalasi ketidakpastian geopolitik dan perdagangan.
Melansir dari Reuters, pada Senin (23/2), Trump memperingatkan negara-negara agar tidak mundur dari kesepakatan dagang yang baru saja dinegosiasikan dengan AS, setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan tarif daruratnya.