Euro sedikit turun 0,1 persen menjadi USD1,1844, sementara poundsterling stabil di USD1,3563 setelah penurunan 0,5 persen pada sesi sebelumnya.
Dolar Selandia Baru turun 0,6 persen menjadi USD0,6014. Dolar Australia melemah 0,2 persen menjadi USD0,7075.
Yen menguat 0,1 persen menjadi 153,12 per USD.
Penerbitan obligasi tahunan Jepang kemungkinan akan melonjak 28 persen tiga tahun mendatang karena meningkatnya biaya pembiayaan utang, menurut laporan Reuters pada Selasa, mengutip perkiraan Kementerian Keuangan.
Jepang perlu menerbitkan obligasi senilai hingga 38 triliun yen atau setara USD248,3 miliar pada tahun fiskal yang dimulai pada April 2029 untuk menutupi defisit akibat pengeluaran yang melebihi pendapatan pajak, naik dari 29,6 triliun yen pada tahun fiskal 2026, menurut laporan tersebut.
(Dhera Arizona)