AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Butuh Modal, Anak Usaha SLJ Global (SULI) Pinjam USD3 Juta ke Perusahaan Hong Kong

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 24 Januari 2022 07:46 WIB
Anak usaha SULI dengan kepemilikan 99,90% saham telah menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek sebesar USD3 juta dari Wisdom International Industrial.
Butuh Modal, Anak Usaha SLJ Global (SULI) Pinjam USD3 Juta ke Perusahaan Hong Kong (Dok.MNC Media)
Butuh Modal, Anak Usaha SLJ Global (SULI) Pinjam USD3 Juta ke Perusahaan Hong Kong (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT SLJ Global Tbk (SULI), emiten industri kayu olahan ini menyampaikan bahwa struktur keuangan Perseroan belum mencapai perbaikan yang diharapkan. Salah satu penyebab kondisi tersebut adalah sangat terbatasnya akses terhadap pembiayaan untuk modal kerja.

Dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (24/1/2022), Presiden Direktur SLJ Global Amir Sunarko mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya menjaga ketersediaan modal kerja untuk menunjang operasional perusahaan.

Terkait hal tersebut, pada 11 Januari 2022 PT Nityasa Prima, anak usaha SULI dengan kepemilikan 99,90% saham telah menandatangani perjanjian pinjaman jangka pendek sebesar USD3 juta dari Wisdom International Industrial Limited, yang merupakan perusahaan swasta asing yang berbasis di Hongkong.

“Pinjaman tersebut diperlukan sehubungan rencana PT Nityasa Prima untuk melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, untuk menjalankan rencana kerja tersebut dibutuhkan tambahan modal,” ujar Amir Sunarko, Sabtu (22/1).

Dengan ditandatanganinya perjanjian pinjaman tadi, Amir menyebut total kewajiban SULI meningkatkan menjadi USD53,29 juta.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Juni 2021, ekuitas SULI tercatat minus USD23,77 juta. Angka tadi menunjukan kenaikan dibanding periode yang sama tahun 2020 yang tercatat USD18,09 juta. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD