Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah sangat responsif terhadap perubahan dinamika pasar. Ketika sentimen positif mengemuka, nilai tukar mampu menguat dengan cepat, begitu juga sebaliknya saat ada sentimen negatif.
"Waktu positif itu rupiah bisa cepat turunnya dan kami akan selalu manfaatkan momentum. Pada saat sentimen positif tentu BI akan terus tetap ada di pasar, itu sudah jadi kewajiban kami jaga volatilitas dari rupiah, jadi jangka pendek ada pengaruh dari sentimen," ujarnya.
Untuk memelihara stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang, Destry menekankan krusialnya pembenahan pada struktur sektor eksternal, khususnya melalui perbaikan neraca pembayaran (balance of payment) serta akselerasi kinerja ekspor barang dan jasa.
"Jadi untuk jangka panjangnya kita punya tantangan sektor eksternal terkait bagaimana dari neraca pembayaran, balance of payment kita menjadi pekerjaan rumah kita semua tentunya, pemerintah, BI, dan semua masyarakat kita, adalah agar ekspor kita bisa kita tingkatkan, kemudian jasa," kata Destry.
(NIA DEVIYANA)