Dengan demikian, aset lancar perseroan naik dari Rp54 miliar menjadi Rp118 miliar, sedangkan aset tidak lancar turun menjadi Rp154 miliar. Jumlah aset naik 9 persen menjadi Rp272 miliar.
Liabilitas Cashlez juga naik 107 persen menjadi Rp117 miliar dengan kenaikan pada pos beban yang masih harus dibayar Rp17 miliar (+2.700 persen) imbas pembelian barang dan uang muka penjualan barang Rp53 miliar (+3.100 persen). Utang lain-lain juga naik menjadi Rp91,5 miliar (+73 persen), imbas kenaikan dari utang berelasi, yakni PT Bara Alam Utama.
Dengan kerugian yang dialami pada 2025, saldo defisit Cashlez kembali meningkat menjadi Rp194 miliar. Sementara ekuitas juga turun menjadi Rp38 miliar.
(Rahmat Fiansyah)