Sementara itu, kontribusi dari produk komersial tetap terjaga melalui penyerahan berbagai proyek seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika, yang terus memperkuat aktivitas usaha dan pertumbuhan ekosistem bisnis di kawasan.
Di segmen residensial, CBDK juga terus menghadirkan produk hunian seperti Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence untuk menjawab kebutuhan pasar akan hunian modern di dalam kawasan terintegrasi, sekaligus melengkapi pengembangan PIK2 sebagai destinasi yang mengintegrasikan aktivitas bisnis, hunian, dan gaya hidup secara berkelanjutan.
Dari sisi fundamental, CBDK didukung basis aset yang kuat dengan total aset mencapai Rp22,4 triliun per 31 Maret 2026, ditopang posisi likuiditas yang sehat serta profil leverage yang sangat prudent. Struktur permodalan yang konservatif ini memberikan fleksibilitas keuangan yang tinggi bagi CBDK untuk mempercepat pengembangan proyekproyek strategis, memperkuat sumber pendapatan berulang, serta menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di kawasan PIK2.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, CBDK saat ini didukung oleh land bank strategis seluas 694 hektare (ha), yang menjadi fondasi utama bagi pengembangan berbagai proyek bernilai tambah di kawasan CBD PIK2. Penguatan ekosistem kawasan juga semakin nyata dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia, yang mulai memperluas sumber pendapatan berulang CBDK.
Ke depan, pengembangan Hotel Hilton PIK2 akan semakin melengkapi ekosistem bisnis kawasan sekaligus memperkuat diversifikasi pendapatan CBDK secara berkelanjutan. Dengan kombinasi monetisasi land bank yang semakin optimal, fundamental keuangan yang solid, serta pengembangan recurring income asset yang terus berjalan, CBDK berada dalam posisi yang kuat untuk memperluas pertumbuhan usaha sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.