"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh para investor, dan tetap berkomitmen untuk menjaga disiplin keuangan sekaligus memperkuat keunggulan operasional dan daya saing perseroan. Dukungan ini memungkinkan kami untuk terus menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara," katanya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (7/7/2026).
Andre mengungkapkan, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, terutama mendukung pengadaan bahan baku dalam rangka kegiatan operasional. Dana ini akan semakin memperkuat fleksibilitas perseroan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekaligus menjaga strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dalam transaksi ini, perseroan menunjuk sejumlah institusi pasar modal seperti BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, hingga Mandiri Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAA- (Double A minus) pada program PUB V, termasuk obligasi tahap III Chandra Asri Pacific 2026 ini.
Obligasi ini memasuki penawaran umum pada 6-9 Juli. Penjatahan akan dilakukan pada 10 Juli, sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaksanakan pada 15 Juli.
(Rahmat Fiansyah)