Dari sisi arus kas, perseroan berhasil meningkatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus pada 2025 menjadi sebesar Rp1,91 triliun, meningkat sebesar 10,32 persen dibandingkan 2024.
Peningkatan yang signifikan pada akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan yang meningkat sebesar 17,56 persen menjadi Rp10,58 triliun pada 2025. Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp947,92 miliar pada 2025, perseroan memiliki posisi keuangan yang solid untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan.
Farell mengungkapkan, perseroan juga bermitra dengan lebih dari 18 ribu peternak sapi lokal. Hal ini menunjukkan strategi bisnis Perseroan yang inklusif dan berkelanjutan yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan ekonomi lokal.
"Pada aspek lingkungan, perseroan memperkuat komitmen terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada fasilitas produksi olahan susu. Melalui pemasangan PLTS tersebut, fasilitas produksi olahan susu diperkirakan dapat mengurangi sekitar 210 ton CO2 per bulan," kata Farell.
(Dhera Arizona)