Covid-19 Tak Halangi Mark Dynamics Catatkan Pertumbuhan Positif, Ini Buktinya

Market News
Shifa Nurhaliza
6 hari yang lalu
Meski berada di tengah pandemi covid-19 dan ketidakpastian ekonomi. Nyatanya PT Mark Dynamics Tbk (MARK) masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif.
Covid-19 Tak Halangi Mark Dynamics Catatkan Pertumbuhan Positif, Ini Buktinya. (Foto: Ist)

IDXChannel - Meski berada di tengah pandemi covid-19 dan ketidakpastian ekonomi. Nyatanya PT Mark Dynamics Tbk (MARK) masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif.

Diungkapkan Chief Finance Officer PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Budi Muharsya, dalam kondisi saat ini MARK mengalami pertumbuhan positif.



Justru dalam kondisi pandemi ini kita mengalami pertumbuhan yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya. Industri sarung tangan ini sebenarnya pasarnya terbesar dipegang oleh Malaysia dengan pangsa pasar hingga 65%, ”jelas Budi dalam program Webinar Dialog Khusus di Channel TV IDX, Kamis ( 19/11/2020).

Melirik dari kondisi ekonomi nasional, secara kuartalan atau dibandingkan sebelumnya kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh tinggi diangka 5,05%. Kondisi tersebut sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang mulai terlihat di kuartal III-2020.

Perbaikan kondisi ekonomi pada kuartal III ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dilakukan secara intensif dalam penanganan penanganan Covid-19 dan Pem Ekonomi Nasional (PEN).

Dengan perbaikan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal III, pertumbuhan pertumbuhan termasuk yang berubah menjadi perseroan. Bahkan berada dalam informasi, 65% pasar ekspor MARK is Malaysia, dimana negara tersebut menjadi pemimpin pasar sarung tangan karet dunia dengan pangsa pasar hingga 63% di 2019.

"Untuk penjualan ekspor sepanjang kuartal kedua tidak mengalami gangguan dengan komposisi penjualan ekspor sebesar 95% dan penjualan lokal sebesar 5%. Karena produsen sarung kesehatan di Indonesia sendiri hanya memegang pangsa pasar sekitar 3% dari pasar global," ujar Budi.

Selain MARK dimasa pandemi Covid-19 ini juga terdapat beberapa sektor industri yang tumbuh positif setelah di kuartal sebelumnya mengalami pertumbuhan minus, di antaranya sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 24,28% dari minus 29,18%.

Kemudian, sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh 14,79% jika dibandingkan kuartal sebelumnya minus 22,21%, industri pengolahan tumbuh 5,25% dari peringkat minus 6,29%, dan sektor perdagangan tumbuh 5,68% dari posisi minus 6, 7 1% di kuartal sebelumnya. (*)

Baca Juga