sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Danantara Jajaki Pendanaan Rp2 Triliun, Intip Proyeksi Saham VKTR

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/09/2026 10:00 WIB
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dinilai berpotensi melanjutkan penguatan seiring adanya penjajakan pendanaan hingga Rp2 triliun dari Danantara.
Danantara Jajaki Pendanaan Rp2 Triliun, Intip Proyeksi Saham VKTR. (Foto: VKTR)
Danantara Jajaki Pendanaan Rp2 Triliun, Intip Proyeksi Saham VKTR. (Foto: VKTR)

IDXChannel – Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dinilai berpotensi melanjutkan penguatan seiring adanya penjajakan pendanaan hingga Rp2 triliun dari PT Danantara Investment Management (DIM).

MNC Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (3/9/2026) menyebut, secara teknikal, posisi VKTR saat ini diperkirakan berada pada bagian wave 5 dari wave (A). Dengan pola tersebut, saham VKTR masih berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji level Rp1.030-Rp1.085 per saham.

Pada perdagangan Kamis (3/9/2026) pukul 09.50 WIB, saham VKTR berada di level Rp930 per saham, turun 0,53 persen secara harian.

Potensi katalis bagi VKTR datang dari rencana pendanaan bersama Danantara Investment Management.

Sebelumnya, VKTR mengungkap telah menandatangani indicative non-binding term sheet dengan Danantara Investment Management sebagai calon investor dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai penanggung.

Term sheet tersebut ditandatangani pada 28 Agustus 2026 untuk menjajaki kerja sama pendanaan guna mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS) VKTR.

Berdasarkan indikasi awal, nilai pokok pendanaan yang dijajaki mencapai maksimal Rp2 triliun. Skema tersebut juga membuka opsi konversi menjadi saham, dengan ketentuan yang masih akan ditetapkan dalam dokumen definitif.

Dana tersebut nantinya berpotensi digunakan untuk membiayai pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik. Penggunaan dana lainnya masih akan ditentukan berdasarkan kesepakatan para pihak.

Namun, VKTR menegaskan bahwa term sheet tersebut belum bersifat mengikat. Realisasi transaksi masih bergantung pada hasil due diligence serta kesepakatan dan penandatanganan dokumen definitif.

Dari sisi kinerja, MNC Sekuritas mencatat penjualan VKTR pada semester I-2026 mencapai Rp647 miliar, tumbuh 56 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih meningkat 25 persen menjadi Rp10,1 miliar.

Pertumbuhan tersebut turut ditopang ekspansi bisnis kendaraan listrik. Kontribusi pendapatan EV mencapai 32 persen pada kuartal I 2026, meningkat signifikan dibandingkan 14 persen pada 2024.

VKTR juga telah memasok 152 bus listrik TransJakarta dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen. Selain itu, pabrik VKTR di Magelang dengan kapasitas produksi 3.000 unit per tahun telah beroperasi sejak April 2026.

MNC Sekuritas menilai pengembangan model MaaS dan rencana akselerasi kendaraan listrik melalui rights issue pada Agustus-September 2026 dapat membuka peluang pertumbuhan pendapatan berulang, terutama dari bisnis penyewaan kendaraan listrik untuk segmen B2B.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati, pendanaan Danantara saat ini masih berupa penjajakan awal dan belum menjadi transaksi yang mengikat. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement