Term sheet tersebut ditandatangani pada 28 Agustus 2026 untuk menjajaki kerja sama pendanaan guna mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS) VKTR.
Berdasarkan indikasi awal, nilai pokok pendanaan yang dijajaki mencapai maksimal Rp2 triliun. Skema tersebut juga membuka opsi konversi menjadi saham, dengan ketentuan yang masih akan ditetapkan dalam dokumen definitif.
Dana tersebut nantinya berpotensi digunakan untuk membiayai pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik. Penggunaan dana lainnya masih akan ditentukan berdasarkan kesepakatan para pihak.
Namun, VKTR menegaskan bahwa term sheet tersebut belum bersifat mengikat. Realisasi transaksi masih bergantung pada hasil due diligence serta kesepakatan dan penandatanganan dokumen definitif.
Dari sisi kinerja, MNC Sekuritas mencatat penjualan VKTR pada semester I-2026 mencapai Rp647 miliar, tumbuh 56 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih meningkat 25 persen menjadi Rp10,1 miliar.