Pandu menjelaskan, skema investasi Danantara berbeda dengan pembiayaan perbankan. Jika bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lebih banyak memberikan kredit, maka Danantara akan mengambil posisi sebagai pemegang saham (shareholder) di perusahaan-perusahaan yang memiliki rencana ekspansi.
Dia menilai strategi tersebut dapat membantu mendorong lahirnya perusahaan nasional yang mampu berkembang menjadi pemain regional hingga global, terutama dari sektor konsumer dan pemilik merek lokal yang memiliki daya saing internasional.
"Kalau dari sisi kita, kita menjadi shareholder di perusahaan-perusahaan yang ingin ekspansi bukan hanya di Indonesia tapi juga di sisi regional," lanjutnya.
Selain itu, Pandu mengungkapkan saat ini Danantara telah bekerja sama dengan satu perusahaan nasional dalam proyek investasi bersama. Tidak hanya itu, pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan sekitar tiga hingga empat perusahaan Indonesia lainnya yang memiliki ambisi memperluas bisnis ke pasar internasional.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat posisi merek nasional di pasar global. "Karena mereka bisa membawa Indonesian brand menjadi regional atau Indonesian brand menjadi global," tutur Pandu.