Menurut Stockbit, Kamis (2/7/2026), ekspektasi pasar masih mencerminkan pandangan bahwa The Fed akan tetap bersikap ketat terhadap kebijakan moneternya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga acuan hingga akhir 2026 mencapai 83 persen per Kamis (2/7/2026), sedikit meningkat dibandingkan 81 persen pada pekan sebelumnya.
Menariknya, ekspektasi tersebut belum mampu mengangkat nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) justru melemah sekitar 0,3 persen, sementara harga emas spot menguat sekitar 1 persen, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.
Sebelumnya, para pejabat The Fed dalam proyeksi ekonomi Juni 2026 memperkirakan suku bunga acuan masih akan naik satu kali sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75-4 persen hingga akhir tahun.
Meski ditunjuk Presiden Donald Trump yang mendorong pelonggaran kebijakan moneter, Warsh tetap menegaskan independensi The Fed dalam menentukan arah suku bunga. Dia menggantikan Jerome Powell yang sebelumnya mendapat kritik karena dianggap terlambat memangkas suku bunga.