Stockbit menilai, investor masih perlu mencermati sejumlah agenda penting dalam waktu dekat. Selain data non-farm payroll dan tingkat pengangguran AS, perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026.
Rangkaian data makroekonomi tersebut akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed. Keputusan tersebut pada akhirnya akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, investor juga disarankan memantau hasil tinjauan (review) peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia oleh S&P Global Ratings yang diperkirakan diumumkan pada Juli 2026.
(DESI ANGRIANI)