Data Ketenagakerjaan
Laporan payrolls untuk Maret diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 48.000 lapangan kerja dengan tingkat pengangguran sebesar 4,5 persen, menurut data Reuters. Laporan tersebut dijadwalkan rilis pada 3 April, saat pasar saham AS tutup karena libur Good Friday.
Adapun laporan sebelumnya untuk Februari secara mengejutkan menunjukkan hasil yang lemah, dengan penurunan 92.000 lapangan kerja.
Data penjualan ritel Februari serta laporan aktivitas manufaktur dan jasa juga dijadwalkan dirilis pekan depan.
Kekhawatiran terhadap memburuknya pasar tenaga kerja sebelumnya mendorong Federal Reserve memangkas suku bunga tahun lalu. Kini, bank sentral AS tersebut bisa menghadapi dilema jika kekhawatiran terhadap kondisi ketenagakerjaan menjadi semakin serius.
(NIA DEVIYANA)