AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Dear Investor! BEI Siap Sambut IPO Gojek, Traveloka dan Tokopedia

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 17 Mei 2021 12:19 WIB
Gojek, Traveloka, dan Bukalapak bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.
Dear Investor! BEI Siap Sambut IPO Gojek, Bukalapak dan Tokopedia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel Gojek, Traveloka, dan Bukalapak bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini. Dengan demikian, banyak investor menunggu aksi korporasi ini terutama investor asing.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat terkait tiga perusahaan decacorn yang akan segera melantai di pasar modal. Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan, pendaftaran IPO tiga unicorn tersebut telah dilakukan oleh masing-masing perusahaan.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, BEI saat ini sedang intensif berkomunikasi mengenai peluang pendanaan melalui Pasar Modal Indonesia dengan beberapa perusahaan Unicorn di Indonesia. 

“Sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa timing IPO perusahaan berdasarkan kesiapan masing–masing internal perusahaan dalam memenuhi persyaratan IPO termasuk kelengkapan dokumen saat disampaikan ke Bursa,” jelasnya kepada awak media di Jakarta, Senin (15/2/2021). 

Dalam menyambut perusahaan unicorn agar dapat mencatatkan sahamnya di BEI, BEI telah mengambil langkah terhadap perubahan dan kebutuhan pasar dan telah mempertimbangkan hasil benchmarking ke bursa-bursa global, di antaranyamelakukan penyesuaian Peraturan I-A yang saat ini sedang dalam tahap rule making rule.

Mengutip berbagai sumber, ketiga perusahaan itu memiliki total valuasi USD21,5 miliar atau sekitar Rp311,75 triliun. Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia kini menyandang status unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. 

Sedangkan Gojek berstatus decacorn alias perusahaan startup dengan valuasi di atas USD10 miliar. Perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menggeser top 5 kapitalisasi pasar (market cap) emiten di BEI.

Sekadar informasi, berdasarkan data Bloomberg, adapun valuasi dana Gojek untuk IPO tahun ini diperkirakan akan menghasilkan nilai kapitalisasi pasar senilai USD35 miliar sampai dengan USD40 miliar atau setara Rp490 triliun hingga Rp560 triliun dengan kurs Rp14.000 per USD setelah merger dengan Tokopedia.

Jika target dana yang dihimpun dalam IPO sebesar 10% saja dari valuasi keduanya, nilainya mencapai Rp49 triliun sampai dengan Rp56 triliun.

Sebelumnya, pihak Tokopedia telah menyatakan secara resmi bahwa mereka mempertimbangkan metode dual-listing atau pencatatan saham di dua bursa, yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.

“Kemudian, ini juga akan menjadi promosi buat pasar modal kita. Karena dua emiten tersebut (Tokopedia dan Traveloka) sudah dikenal oleh masyarat umum,” tandasnya.

Sekadar informasi, CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, menjelaskan, pertama Tokopedia akan IPO di pasar saham di Indonesia alias di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan yang kedua akan listing di luar negeri. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD