IDXChannel - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut melejit 175,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp433 miliar.
Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas tersebut mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,8 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, didorong lonjakan penjualan lahan industri, terutama kepada sektor pusat data (data center).
"Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Segmen kawasan industri masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan nilai Rp1,75 triliun. Sementara itu, segmen hunian menyumbang Rp19,32 miliar, segmen komersial Rp18,16 miliar, segmen sewa Rp9,47 miliar, dan segmen hotel Rp8,07 miliar.
"Sektor data center masih menjadi pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualan lahan industri kami yang dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan di paruh pertama tahun 2026," kata Tondy.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba kotor Perseroan melonjak 197,2 persen menjadi Rp1,28 triliun dari Rp429,65 miliar pada semester I-2025. Margin laba kotor tercatat sebesar 70,81 persen. Sementara itu, margin laba bersih mencapai 66,11 persen, meningkat signifikan seiring pertumbuhan laba bersih menjadi Rp1,19 triliun pada semester I-2026.
Dari sisi neraca, total aset perseroanper 30 Juni 2026 mencapai Rp8,79 triliun, naik 23,43 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun. Kenaikan aset terutama ditopang peningkatan kas dan setara kas. Posisi kas dan setara kas melonjak 453,06 persen menjadi Rp2,09 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp377 miliar pada 31 Desember 2025.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp1,78 triliun, sedangkan total ekuitas meningkat 6,02 persen menjadi Rp7,01 triliun dari Rp6,61 triliun pada akhir 2025.
Perseroan tetap mempertahankan posisi neraca tanpa utang. Dengan posisi kas yang kuat, DMAS akan melanjutkan pengembangan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta yang mengintegrasikan kawasan industri, komersial, dan hunian.
(Rahmat Fiansyah)