"Akan dilakukan perampingan supaya memang anak perusahaan yang dimiliki itu bergerak di dalam koridor telekomunikasi, koridor infrastruktur digital. Kami mengeliminasi hal-hal yang tidak ada hubungannya, yang tidak perlu atau yang tidak create value for the group," ujar Dian.
Selain perampingan, strategi ke depan juga mencakup perbaikan manajemen portofolio dan alokasi kapital yang lebih presisi. Perseroan akan mengidentifikasi lini bisnis mana yang mampu memberikan nilai tambah paling optimal bagi grup serta memperkuat sinergi antar anak perseroan.
Dian meyakini kenaikan harga saham TLKM yang terjadi belakangan ini adalah refleksi langsung dari kepercayaan investor terhadap 'cerita' baru yang ditawarkan Telkom.
"Apresiasi tadi diterjemahkan dalam harga saham. Jadi kan harga saham itu sebenarnya cerminan dari trust. Mereka like the story, they like the narrative, sehingga harga saham kami diapresiasi," katanya.
Dengan fokus pada infrastruktur digital sebagai kunci pertumbuhan, Telkom optimistis dapat bertransformasi menjadi entitas yang lebih ramping, lincah, dan memiliki nilai valuasi yang jauh lebih tinggi di masa depan.
(Dhera Arizona)