sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ditopang Akuisisi GMR, Laba DEWA Melejit 77 Kali Lipat ke Rp4,3 Triliun

Market news editor Desi Angriani
29/03/2026 10:20 WIB
Laba tersebut meningkat sekitar 77 kali lipat atau 7.690 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya Rp55,2 miliar.
Ditopang Akuisisi GMR, Laba DEWA Melejit 77 Kali Lipat ke Rp4,3 Triliun (Foto: dok DEWA)
Ditopang Akuisisi GMR, Laba DEWA Melejit 77 Kali Lipat ke Rp4,3 Triliun (Foto: dok DEWA)

IDXChannel - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,3 triliun.

Capaian tersebut meningkat sekitar 77 kali lipat atau 7.690 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp55,2 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Kamis (26/3/2026), pendapatan perseroan juga tumbuh 5,97 persen menjadi Rp6,39 triliun dari sebelumnya Rp6,03 triliun.

Di sisi profitabilitas, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp5,43 triliun dari Rp5,59 triliun pada tahun sebelumnya. 

Hal ini mendorong laba bruto meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp962 miliar, dengan margin laba bruto mencapai 15,1 persen.

Dari sisi neraca, total aset DEWA melonjak signifikan menjadi Rp16,73 triliun per 31 Desember 2025, dari sebelumnya Rp8,5 triliun. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp8,1 triliun dan ekuitas meningkat menjadi Rp8,5 triliun.

Mengacu pada riset Stockbit, lonjakan laba bersih DEWA terutama ditopang oleh pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) senilai Rp4,5 triliun.

Pendapatan non-operasional tersebut turut mengimbangi sejumlah kerugian yang timbul dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya pengendalian atas entitas anak, serta penjualan dan penghapusan aset tetap dengan total nilai mencapai Rp724 miliar.

Meski demikian, secara operasional, kinerja inti (core profit) DEWA juga menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 59 persen menjadi Rp910 miliar.

Adapun prospek perseroan dinilai tetap positif, didukung potensi tambahan volume kontrak sekitar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Sebelumnya, DEWA juga mengumumkan rencana percepatan pengambilalihan pekerjaan secara in-house di proyek Bengalon milik KPC yang akan dimulai pada April 2026, sebagai bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan kinerja operasional.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement