Dari sisi neraca, total aset DEWA melonjak signifikan menjadi Rp16,73 triliun per 31 Desember 2025, dari sebelumnya Rp8,5 triliun. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp8,1 triliun dan ekuitas meningkat menjadi Rp8,5 triliun.
Mengacu pada riset Stockbit, lonjakan laba bersih DEWA terutama ditopang oleh pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) senilai Rp4,5 triliun.
Pendapatan non-operasional tersebut turut mengimbangi sejumlah kerugian yang timbul dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya pengendalian atas entitas anak, serta penjualan dan penghapusan aset tetap dengan total nilai mencapai Rp724 miliar.
Meski demikian, secara operasional, kinerja inti (core profit) DEWA juga menunjukkan perbaikan dengan kenaikan 59 persen menjadi Rp910 miliar.
Adapun prospek perseroan dinilai tetap positif, didukung potensi tambahan volume kontrak sekitar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).