sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DOID Rugi Rp1,9 Triliun Sepanjang 2025 Imbas Gangguan Operasional dan Cuaca Buruk

Market news editor Rahmat Fiansyah
28/03/2026 07:00 WIB
Perusahaan batu bara, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menghadapi tantangan berat sepanjang tahun lalu.
Perusahaan batu bara, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menghadapi tantangan berat sepanjang tahun lalu. (Foto: Ist)
Perusahaan batu bara, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menghadapi tantangan berat sepanjang tahun lalu. (Foto: Ist)

BUMA membukukan rugi bersih USD116 juta atau setara Rp1,94 triliun pada tahun lalu. Kinerja buruk ini dipicu penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang berakhir, serta penurunan nilai aset pada operasional di Australia dan AS.

Namun, perseroan mencatat keuntungan nilai wajar sebesar USD41 juta dari investasi 29Metals, keuntungan selisih kurs USD36 juta, dan pembalikan pencadangan piutang setelah putusan Mahkamah Agung Queensland memenangkan BUMA Australia yang diharapkan penyelesaian keuangannya terealisasi pada 2026.

BUMA juga membukukan arus kas positif sebesar USD8 juta, lebih baik dibandingkan akhir 2024 yang negatif USD60 juta. Perseroan membukukan arus kas bebas USD55 juta pada kuartal IV-2025.

Belanja modal sepanjang 2025 terealisasi USD179 juta, relatif stabil dibandingkan 2024 dengan alokasi yang seimbang antara kebutuhan pemeliharaan dan pertumbuhan bisnis.

Direktur BUMA, Iwan Fuad Salim mengatakan, 2025 merupakan tahun yang menantang bagi grup. Dia menilai, gangguan pada kuartal I-2025 berdampak signifikan atas produksi dan pendapatan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement