Menurutnya, konflik geopolitik yang berkepanjangan di kawasan strategis penghasil dan jalur pasokan energi berpotensi menjaga harga minyak mentah dunia di atas USD80 per barel.
Jika kondisi tersebut terjadi, kenaikan harga minyak dapat memberikan tekanan tambahan terhadap postur dan pelaksanaan anggaran negara, terutama melalui peningkatan kebutuhan belanja dan subsidi energi.
(DESI ANGRIANI)