Dalam riset yang terbit pada 26 Oktober 2026, Nurkholis mencatat kredit perbankan mencapai Rp9.078 triliun pada September 2026, tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan 13,3 persen pada Agustus 2026.
Perlambatan terutama berasal dari kredit investasi yang pertumbuhannya turun menjadi 21 persen YoY dari sebelumnya 23,4 persen.
Secara bulanan (month-to-month/MoM), kredit investasi bahkan terkoreksi 0,2 persen, menjadi kontraksi bulanan pertama sepanjang tahun ini.
Sebaliknya, kredit modal kerja masih menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan 12,7 persen YoY atau naik 1,5 persen secara bulanan.
Penyaluran kredit pada sektor utilitas, pertanian, dan jasa menjadi penopang pertumbuhan segmen tersebut.