Komposisi tersebut mendorong rasio dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat menjadi 64,9 persen. Angka ini naik 101 basis poin secara tahunan dan 31 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun, Nurkholis mengingatkan bahwa kualitas pertumbuhan DPK belum sekuat angka utamanya.
Penghimpunan dana masih didominasi simpanan korporasi yang tumbuh 11,3 persen YoY dan simpanan valuta asing yang melonjak 20,6 persen.
Sebaliknya, simpanan individu hanya tumbuh 3,6 persen, sementara simpanan dalam rupiah meningkat 6 persen.
Selain itu, sebagian lonjakan giro korporasi berpotensi berkaitan dengan penempatan dana menjelang akhir kuartal atau quarter-end positioning.