Ia sebelumnya memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebelum Senin atau menghadapi ancaman penghancuran pembangkit listrik, namun kemudian menyampaikan bahwa pembicaraan konstruktif antara Washington dan Teheran masih berlangsung.
Sinyal deeskalasi itu langsung memicu aksi jual besar-besaran di pasar energi.
Harga minyak Brent sempat anjlok hingga 15 persen dalam hitungan menit karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan pasokan minyak dari Teluk kembali mengalir jika ketegangan mereda.
Lonjakan transaksi pun terjadi secara ekstrem. Dalam 60 detik setelah pernyataan Trump pada 11.05 GMT (18.05 WIB), lebih dari 13.000 lot kontrak Brent dan WTI, setara 13 juta barel minyak, berpindah tangan, jauh melampaui lonjakan volume sebelumnya.
Harga Brent yang sebelumnya berada di kisaran USD112 per barel sempat jatuh ke sekitar USD99, sementara WTI turun dari sekitar USD99 ke USD86 per barel.
Bursa Intercontinental Exchange (ICE) dan CME Group selaku pengelola perdagangan Brent dan WTI belum memberikan komentar atas pergerakan tidak biasa tersebut.