BRI Danareksa menaikkan estimasi laba bersih FY26F sebesar 32 persen, terutama karena beban depresiasi yang lebih rendah.
Namun, capex FY26F dinaikkan menjadi Rp20 triliun dari sebelumnya Rp15 triliun untuk akuisisi spektrum dan percepatan pembangunan jaringan, sehingga FCF FY26F diperkirakan tertekan menjadi negatif Rp3,5 triliun.
BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli dan tactical overweight (OW) 3M, meski menurunkan target harga menjadi Rp3.600, yang mengimplikasikan valuasi 5,5x FY26F EV/EBITDA.
Menurut sekuritas tersebut, EXCL kini beralih dari fase integrasi merger menuju fase monetisasi 5G.
Penurunan biaya merger, diversifikasi pertumbuhan melalui segmen enterprise, serta posisi kuat dalam implementasi 5G dinilai menjadi fondasi turnaround pada FY27F, meski capex besar masih menjadi tekanan terhadap arus kas jangka pendek.