Duh!! Lima Saham Blue Chips Ini Ramai Dilego Investor Asing

Market News
Fahmi Abidin
Senin, 03 Agustus 2020 14:45 WIB
Sejumlah aksi asing melego saham pun terjadi pagi ini net sell investor asing sudah mencapai Rp770 miliar Setidaknya lima Saham Blue Chip ini terbanyak dilepa
Duh!! Lima Saham Blue Chips Ini Ramai Dilego Investor Asing. (Foto: Ist)

IDXChannel – Pada awal perdagangan Senin, (3/8/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan di awal Agustus 2020. Pasar modal Indonesia turun 57,03 poin atau 1,11% ke 5.092. Sejumlah aksi asing melego saham pun terjadi pagi ini.

Setidaknya lima Saham Blue Chip pagi ini terbanyak dilepas oleh investor asing di Pasar Reguler yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), net sell Rp 306 miliar, saham turun 4,75% Rp 3.010/saham, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), net sell Rp 160 miliar, saham turun 4,92% Rp 2.890/saham, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), net sell Rp 139,1 miliar, saham turun 2,48% Rp 30.425/saham, PT Astra International Tbk (ASII), net sell Rp 57,3 miliar, saham turun 4,66% Rp 4.910/saham, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) net sell Rp 19,9 miliar, saham turun 3,88% Rp 5.575/saham.

Sentimen negatif soal resesi ekonomi yang menimpa negara-negara di Eropa hingga Amerika Serikat turut mewarnai pergerakan investor asing melepas saham di lima blue chip tersebut. Seperti sudah diketahui bahwa negara ekonomi kuat Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman resmi masuk jurang resesi. Jerman mencatat pertumbuhan ekonomi minus 10,1% pada kuartal II-2020.

Dilansir dari DW, pada Kamis (30/7/2020), Jerman sebelumnya di kuartal I-2020 mengalami pertumbuhan negatif 1,9%. "Ini merupakan penurunan paling tajam sejak terhitung PDB triwulanan Jerman dimulai pada 1970," tulis Kantor Statistik Federal Jerman.

Pertumbuhan ekonomi kuartal II di 2020 bisa dibilang sangat buruk dibandingkan tahun sebelumnya yang didukung oleh kekhawatiran gelombang kedua virus covid-19 di seluruh Eropa.

Sementara itu, ekspor dan konsumsi rumah tangga di Jerman turun tajam di samping peningkatan belanja. Namun, penurunan yang terjadi sudah diprediksi akan sangat menghantam ekonomi Jerman. Sedangkan tingkat pengangguran di Jerman tetap stabil atau sebesar 6,7%, dimana terdapat 6,7 juta orang dalam skema cuti yang didanai negara.

Sementara itu, Sementara itu, Badan Statistik Nasional Spanyol (INE) mengumumkan pada Jumat (31/7/2020) ekonomi Negeri Matador tersebut minus 18,5 persen pada kuartal II-2020, sedangkan pada kuartal I-2020 minus 5,2 persen. Kemudian, Badan Statistk Nasional Prancis (INSEE) mengumumkan pada Jumat (31/7/2020) ekonomi negara tersebut mengalami kontraksi besar, yakni minus 13,8 persen di kuartal II 2020. Hal ini disebabkan oleh konsumsi, investasi dan perdagangan yang runtuh selama pandemi Covid-19.

Prancis sudah memasuki resesi sejak kuartal I tahun ini dengan ekonomi tercatat minus 5,9 persen setelah penyusutan pertama pada kuartal IV 2019 yang tercatat minus 0,1 persen. Pada akhir tahun lalu, ketika pemogokan nasional di Prancis merontokkan 0,2 persen dari output ekonomi nasional. (*)

Baca Juga