Analis memperkirakan volume penjualan batu bara AADI pada kuartal IV-2026 mencapai 17,2 juta ton, turun 3,7 persen secara kuartalan dan 10,6 persen secara tahunan.
Dengan kondisi tersebut, laba bersih AADI sepanjang 2026 diproyeksikan mendekati USD1 miliar, tumbuh 32,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, gangguan pasokan batu bara domestik akibat fenomena El Nino berpotensi membuat pasokan dalam negeri semakin ketat.
AADI diperkirakan tetap memenuhi kewajiban pasokan batu bara domestik (domestic market obligation/DMO) sebesar 30 persen hingga akhir 2026. Alokasi serupa juga diperkirakan berlanjut pada 2027.
Sementara itu, kinerja keuangan AADI pada kuartal III-2026 mengalami tekanan dibandingkan kuartal sebelumnya.