sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dukung Prospek Tambang Pani, Merdeka Gold (EMAS) Temukan Potensi dari Pengeboran Kolokoa 

Market news editor Nia Deviyana
17/04/2026 21:22 WIB
Berdasarkan 30 lubang bor yang telah dilakukan, Kolokoa mempunyai Target Eksplorasi sebesar 20 hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas.
Dukung Prospek Tambang Pani, Merdeka Gold (EMAS) Temukan Potensi dari Pengeboran Kolokoa. Foto: EMAS.
Dukung Prospek Tambang Pani, Merdeka Gold (EMAS) Temukan Potensi dari Pengeboran Kolokoa. Foto: EMAS.

IDXChannel – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan hasil pengeboran awal di prospek Kolokoa, yang lokasinya berdekatan dengan area konsesi Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi. 

Dalam waktu hanya empat bulan, pengeboran awal mengkonfirmasi zona mineralisasi emas yang luas, termasuk perolehan dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 g/t emas.  

Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke Poerbaya Abidin memaparkan, berdasarkan 30 lubang bor yang telah dilakukan, Kolokoa mempunyai Target Eksplorasi sebesar 20 hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas.

"Jika dikonversi secara indikatif, kisaran ini setara dengan potensi sekitar 200 ribu hingga 600 ribu ons emas," ujar Boyke dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Namun demikian, Boyke mengatakan angka tersebut masih bersifat awal dan merupakan hasil estimasi konseptual, sehingga akan terus diperbarui melalui kegiatan eksplorasi lanjutan dan belum dapat dikategorikan sebagai sumber daya mineral maupun cadangan.

Dia menambahkan, Target Eksplorasi ini merupakan salah satu dari beberapa prospek prioritas tinggi yang telah diidentifikasi dalam area konsesi Perseroan seluas 14.670 hektare. 

Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi untuk material oksida (87–94 persen) serta perolehan yang kuat untuk material transisi (81–92 persen), yang mendukung kesesuaian dengan operasi Pani saat ini.

"Eksplorasi yang dilakukan saat ini masih belum memadai untuk mengestimasi Sumber Daya Mineral, dan belum dapat dipastikan apakah eksplorasi lanjutan akan menghasilkan estimasi Sumber Daya Mineral," kata dia.

Hingga saat ini, Perseroan telah menyelesaikan 30 lubang bor sebagai bagian dari program pengeboran sejumlah 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang 2026. Ke depan, Perseroan akan melanjutkan sejumlah langkah strategis, yang mencakup melanjutkan pengeboran untuk menguji batasan area dan mendukung estimasi Sumber Daya Mineral di masa mendatang.

Kemudian, melakukan pengujian lanjutan guna memastikan kinerja proses pengolahan. Selain itu, mengevaluasi potensi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani secara keseluruhan

Tambang Emas Pani telah memulai produksi pada Februari tahun ini dan menargetkan produksi sebesar 100.000–115.000 ounces emas pada 2026. 

Pani merupakan salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan rencana produksi puncak lebih dari 500.000 ounces per tahun seiring penyelesaian pengembangan penuh fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach.

Kolokoa berada dalam distrik mineral yang sama dengan Tambang Emas Pani dan terletak sekitar 500 meter dari deposit utama. Hal ini menempatkan Kolokoa sebagai potensi sumber daya satelit bagi Pani, yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.

"Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," ujarnya.


(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement