Direktur PT BUMA Internasional Grup Tbk Iwan Fuad Salim mengatakan peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan berbagai inisiatif operasional yang dijalankan Perseroan mulai memberikan hasil.
“Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan selama setahun terakhir di seluruh area operasional, optimalisasi tenaga kerja, dan pemeliharaan telah memberikan hasil, bahkan di tengah penurunan pendapatan dan lonjakan harga bahan bakar yang signifikan,” ujar Iwan dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Dari sisi operasional, kinerja BUMA International Group membaik sepanjang kuartal II 2026. Volume overburden removal meningkat 10 persen secara kuartalan menjadi 97 juta bank cubic meters (BCM), sementara produksi batu bara naik 20 persen menjadi 17 juta ton.
Peningkatan tersebut didukung oleh perbaikan keandalan armada, peningkatan utilisasi, serta produktivitas operasional. Waktu henti (downtime) turun 11 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan 22 persen dibandingkan kuartal II 2025.
Perseroan juga mencatatkan perbaikan efisiensi biaya. Biaya tenaga kerja per BCM turun 7 persen dibandingkan kuartal II 2025 dan turun 13 persen secara kuartalan, seiring manfaat program efisiensi dan rasionalisasi tenaga kerja yang dilakukan sepanjang 2025.