Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) tercatat sebesar USD37 juta, turun 67 persen dibandingkan USD111 juta pada semester I-2025. Penurunan tersebut didukung optimalisasi armada dan pengalihan aset dari lokasi operasi yang telah berhenti.
Efisiensi belanja modal dan pemulihan EBITDA mendorong arus kas bebas perseroan menjadi positif sebesar USD39 juta, meningkat signifikan dibandingkan USD juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Memasuki semester II-2026, perseroan akan melanjutkan peningkatan kinerja operasional melalui penguatan keandalan armada, disiplin biaya, serta optimalisasi penggunaan modal.
“Kami akan melanjutkan momentum operasional ini, menjaga disiplin biaya dan modal, serta mengelola eksposur harga bahan bakar seiring upaya kami memperkuat perolehan arus kas,” kata Iwan.
(Rahmat Fiansyah)