Investasi pada teknologi dan AI menjadi faktor utama yang mengimbangi risiko lanjutan dari perang dagang dan fragmentasi rantai pasokan.
"Namun demikian, pertumbuhan tersebut masih dibayangi oleh sejumlah risiko. Dampak lanjutan dari perang dagang diproyeksikan terus menekan rantai pasokan, yang pada akhirnya dapat memicu fragmentasi arus perdagangan maupun aliran modal," tulis tim AllianzGI.
AllianzGI menilai bahwa ekonomi global mampu mempertahankan ketahanan meski masih dihadapkan pada potensi lanjutan perang dagang dan fragmentasi perdagangan. Inflasi diperkirakan bergerak beragam, di mana Amerika Serikat (AS) cenderung berada di atas 3%, sementara Eropa dan Asia tetap lebih stabil dengan tekanan harga yang terkendali.
"Valuasi teknologi dan kekhawatiran terkait pinjaman non-bank menuntut kehati-hatian investor, tetapi suku bunga rendah dan leverage sektor swasta yang terbatas mampu meredakan risiko," tulis Tim AllianzGI.
Lebih lanjut, AllianzGI melihat peluang yang bervariasi di berbagai wilayah. Di Eropa, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan potensi penurunan suku bunga memberi dasar yang kuat bagi pasar ekuitas. India kembali dipandang sebagai pasar dengan potensi tinggi, sementara Tiongkok dinilai menawarkan peluang kontrarian untuk aliran modal jangka panjang.