sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen di Kuartal IV-2025, Sentimen Pasar Diproyeksi Menguat

Market news editor Desi Angriani
06/02/2026 10:36 WIB
Tren perbaikan makroekonomi yang berkelanjutan berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG.
Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen di Kuartal IV-2025, Sentimen Pasar Diproyeksi Menguat
Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen di Kuartal IV-2025, Sentimen Pasar Diproyeksi Menguat

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,39 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025.

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04 persen, sekaligus melampaui ekspektasi konsensus di kisaran 5,1 persen.

Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022, menandai penguatan momentum ekonomi di akhir tahun.

Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 sebesar 5,03 persen dan juga melampaui konsensus 5,04 persen, meskipun masih berada sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen.

Dari sisi komponen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tahunan tertinggi pada kuartal IV-2025 sebesar 6,12 persen yoy, meningkat dari 5 persen pada kuartal sebelumnya.
Stockbit menilai kenaikan ini didorong oleh peningkatan impor mesin produksi untuk sektor industri, serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin.

Sejalan dengan itu, data Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan realisasi investasi pada kuartal IV-2025 tumbuh 9,7 persen yoy. Kondisi ini mendorong pertumbuhan PMTB secara kumulatif sepanjang 2025 menjadi 5,09 persen yoy.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB juga menunjukkan akselerasi. Pada kuartal IV-2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2025 sebesar 4,89 persen yoy.

Peningkatan ini relatif sejalan dengan membaiknya indeks penjualan ritel dan indeks keyakinan konsumen, yang turut didorong oleh paket stimulus pemerintah senilai Rp37,4 triliun.

Dengan kinerja tersebut, konsumsi rumah tangga sepanjang 2025 tumbuh 4,98 persen yoy, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 4,94 persen yoy.

Di sisi eksternal, kontribusi net ekspor tercatat menurun pada kuartal IV-2025 seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekspor ke level 3,3 persen yoy, dari 9,14 persen pada kuartal sebelumnya. Pada saat yang sama, impor justru meningkat 4 persen yoy, berbalik dari pertumbuhan 0,9 persen yoy pada kuartal III-2025.

Sementara itu, percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 lebih didorong oleh penguatan permintaan domestik dibandingkan kinerja ekspor. Tren tersebut dinilai sejalan dengan pergerakan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia serta akselerasi pertumbuhan kredit.

Menurut Stockbit pada Kamis (6/2/2026), tren perbaikan makroekonomi yang berkelanjutan berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) seperti sektor perbankan dan konsumer, seiring peluang kembalinya arus dana asing (foreign inflow) ke pasar saham domestik.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement