Sementara itu, percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 lebih didorong oleh penguatan permintaan domestik dibandingkan kinerja ekspor. Tren tersebut dinilai sejalan dengan pergerakan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia serta akselerasi pertumbuhan kredit.
Menurut Stockbit pada Kamis (6/2/2026), tren perbaikan makroekonomi yang berkelanjutan berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) seperti sektor perbankan dan konsumer, seiring peluang kembalinya arus dana asing (foreign inflow) ke pasar saham domestik.
(DESI ANGRIANI)