Untuk mendukung bisnis kosmetik, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp100 juta untuk setiap lokasi usaha.
Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi dan pengadaan rak display sebesar Rp30 juta, penyediaan stok produk awal Rp50 juta, pengadaan peralatan kasir, komputer, dan printer Rp5 juta, biaya perizinan Rp5 juta, serta promosi awal Rp10 juta.
Sementara untuk layanan pijat, perseroan tidak merencanakan investasi khusus pada tahap awal. Implementasi layanan ini hanya memerlukan penambahan menu pada aplikasi milik Perseroan dan penyesuaian pada sistem kasir yang telah digunakan saat ini.
Dalam pelaksanaannya, BLTZ tidak akan merekrut tenaga kerja maupun melakukan pengadaan barang secara langsung. Layanan pijat akan dijalankan oleh terapis dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan Perseroan.
Layanan pijat ini diberikan di dalam auditorium ketika pelanggan sedang menikmati film. Adapun skema kerja sama yang digunakan adalah bagi hasil (revenue sharing).