AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ekspansi ke Bisnis Digital, Begini Langkah Mitratel (MTEL)

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Senin, 10 Januari 2022 11:19 WIB
Demi menjaga agar pertumbuhan di 2022 tetap terjaga, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mengungkap telah memiliki empat strategi untuk berekspansi.
Ekspansi ke Bisnis Digital, Begini Langkah Mitratel (MTEL). (Foto: MNC Media)
Ekspansi ke Bisnis Digital, Begini Langkah Mitratel (MTEL). (Foto: MNC Media)

IDXChanel - Demi menjaga agar pertumbuhan di 2022 tetap terjaga, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mengungkap telah memiliki empat strategi untuk berekspansi ke bisnis digital.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyebut, strategi pertama emiten dengan kode saham MTEL adalah memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik dengan cara menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan.

Kedua, melanjutkan aksi merger dan akuisisi (M&A) aset menara dari Telkomsel maupun mengakuisisi saham menara yang lebih kecil. Ketiga, mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru. 

Saat ini emiten pelat merah itu tengah mengembangkan portofolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator. Termasuk dengan melakukan fiberisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service

"Sehingga kami bisa menyediakan jaringan tol pelanggan non-MNO, serta ekspansi ke penyediaan small cells, sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G," ujar Theodorus saat gelaran Media Gathering, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, dengan kemampuan pendanaan baik dari hasil IPO senilai lebih dari Rp18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibandingkan operator lainnya, Mitratel optimis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini. 

Kempat, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, itu terus berupaya meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan sehingga bisa meningkatkan profitabilitas dan menambah arus kas. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD