Perseroan juga mengandalkan survei geofisika dengan metode geolistrik IPDD-Dipole-Dipole untuk mengukur resistivitas dan chargeability, guna menafsirkan kondisi geologi bawah permukaan dan meningkatkan akurasi target pengeboran.
Hingga akhir kuartal I-2026, JRBM telah menyelesaikan 41 lubang pengeboran, sementara 4 lubang lainnya masih dalam proses. Total kedalaman pengeboran tercatat mencapai 6.422,70 meter.
Memasuki kuartal kedua, perseroan berencana melanjutkan pengeboran sela di area Main Ridge dan sekitarnya. Selain itu, pengambilan data pendukung seperti analisis spektral SWIR, XRF, serta magnetik suseptibilitas juga akan diteruskan.
PSAB juga akan melanjutkan studi komprehensif guna mengidentifikasi kesinambungan tubuh mineralisasi pada zona yang lebih dalam di area Main Ridge Pit dan sekitarnya. Kegiatan survei geofisika tambahan akan dilakukan di area Upper Tobayagan.
Di sisi infrastruktur, perseroan berencana meningkatkan fasilitas coreshed untuk memperluas kapasitas penyimpanan batuan inti hasil pengeboran, serta menjalankan program skeletonize sebagai prioritas berikutnya.
(DESI ANGRIANI)