Pencapaian laba tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan yang naik sebesar Rp42 miliar menjadi Rp295,71 miliar. Selain kenaikan pendapatan, strategi efisiensi perseroan dalam mengelola portofolio risiko terbukti efektif.
Di mana JMA Syariah berhasil memangkas beban klaim secara signifikan sebesar Rp54,52 miliar, dari posisi Rp218,97 miliar di tahun 2024 menjadi Rp164,45 miliar pada 2025. Keberhasilan ini memperbaiki rasio klaim perusahaan secara drastis dari 86,31 persen menjadi 55,61 persen.
(DESI ANGRIANI)