Sinarmas Sekuritas menyoroti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebagai salah satu emiten yang relevan dipantau karena memiliki fasilitas smelter di kawasan IMIP.
Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga perlu menjadi perhatian seiring pengembangan proyeknya di Bahodopi, Morowali.
Dengan demikian, Sinarmas Sekuritas melihat El Niño berpotensi menciptakan dua dampak yang berlawanan bagi industri nikel.
Gangguan produksi dapat menjadi sentimen positif bagi harga melalui potensi pengetatan pasokan global, tetapi sekaligus menjadi risiko negatif bagi produsen yang operasionalnya terdampak.
“Fokus utama saat ini adalah durasi gangguan air dan tingkat utilisasi smelter Morowali,” tulis Sinarmas Sekuritas dalam sebuah catatan.